KEPUTUSAN
“Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
Jika Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih takdir kita, lalu bagaimana orang lain, teman satu kantor, keluarga, tetangga, atau hanya teman biasa dapat menentukan apakah kita akan sukses atau tidak? Kebenarannya adalah, mereka tidak dapat. Hasil dari hidup kita bergantung sepenuhnya dari keputusan yang kita buat. Kita sebenarnya adalah tuan tanah dari bangunan yang menjadi tempat berlindung konsekuensi- konsekuensi yang akan kita terima. Oleh karena itu kita tidak dapat menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan kita saat ini. Sebagai tuan tanah yang rajin, kita harus sadar bahwa upah yang akan kita terima bergantung sepenuhnya kepada diri kita. Kita tidak perlu lagi berpikir apakah sebuah keputusan yang akan kita ambil itu benar atau salah, melainkan apa yang akan kita terima di masa depan jika kita mengambilnya. Kita dapat bertanya kepada diri kita sendiri, „ apakah efek jangka panjangnya jika saya mengambil keputusan ini?“ sekaranglah waktunya untuk belajar mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan jangka panjang, bukan hanya kenikmatan jangka pendek. Dengan kata lain, kita harus membayar harganya saat ini, untuk menikmati keuntungannya esok hari.
Di dalam bacaan di atas kita dapat melihat bahwa takdir kita dibentuk dari saat- saat dimana kita mengambil keputusan kita. Banyak yang pergi hari itu dari Yesus dan tidak pernah kembali lagi, sedangkan kedua belas dari mereka mengambil keputusan dengan sepenuh hati untuk tetap tinggal dan melayani Dia yang nantinya akan menyelamatkan mereka. Itu adalah sebuah momen pendek yang selamanya merubah hidup mereka. Seberapa seringkah kita di dalam hidup kita yang super sibuk mengalami momen- momen yang mengubah hidup kita.
IDENTITAS
Galatia 2: 20
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.“
Bau cat dinding yang masih segar, ruangan- ruangan kosong yang menunggu untuk didekor, tanaman di teras yang segar. Seindah apapun memori Anda di rumah yang lama, konsentrasi Anda sekarang sepenuhnya terarah di rumah Anda yang baru. Dengan cara yang sama, saat Kristus menjadi Tuhan atas hidup Saudara, Anda telah dilahirkan kembali menjadi sebuah ciptaan baru, Roh yang sekarang memberi hidup kepada diri Anda adalah Kristus sendiri.
Mengetahui bahwa diri Anda yang lama tidak lagi ada adalah sebuah kebenaran dasar yang tidak hanya memberi kita pengertian, tetapi juga keyakinan bahwa masa depan Anda akan lebih baik dari masa lalu Anda. Mengerti siapa Anda di dalam Krsitus adalah fondasi dari kehidupan kekristenan Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui secara lebih baik mana yang pikiran-Nya Tuhan dan mana yang bukan. Mengerti dan menerima identitas baru ini melindungi Anda dari masa lalu Anda yang dapat menghalangi pertumbuhan Anda. Identitas baru Anda adalah kunci utama Anda menuju sukses di masa depan Anda.
Orang- orang sering berkata kepada saya, “ Anda tahu, saya membaca Alkitab, saya berdoa, saya pergi ke gereja, dan bersaksi tentang Tuhan kepada orang- orang. Tetapi mengapa saat saya mengalami kesusahan dan tekanan- tekanan muncul, saya kembali kepada cara lama saya?”
Jawaban dari pertanyaan itu sangatlah sederhana. Anda belum menyadari karakter baru yang Tuhan Yesus telah siapkan untuk Anda dan apa yang telah Ia lakukan untuk Anda melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Jika Anda ingin berhasil mengatasi tekanan dari dunia ini dan merenovasi pikiran Anda menurut hidup Anda yang baru di dalam Kristus, Anda harus mengerti kebenaran ini – kemempuan untuk selalu hidup benar di hadapan Krsitus.