Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

TINDAKAN & BERKUMPUL BERSAMA

TINDAKAN
Ibrani 4 : 2
“Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.“
Terletak strategis di tengah- tengah laut Mediteran, Palestina masih diingini sampai sekarang untuk tanaman pangannya. Terkenal sebagai negeri yang penuh madu dan susu di perjanjian lama, banyak bahan makanan terkenal yang akhirnya mencapai Israel. Saat bahan- bahan pangan ini dicampur, akan menjadi makanan yang lezat.
Kita semua tahu betapa pentingya untuk menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik, dan memastikan bahwa apapun yang kita katakan akan terjadi. Jika kita hanya mendegarkan Firman Tuhan tanpa melakukannya, maka tidak akan juga terjadi apa- apa kepada kita. Kita harus memasukkan Firman Tuhan ke dalam kebiasaan kita sehari- hari, seperti mencampurkan bumbu- bumbu palestina menjadi makanan fantastis. Saat kita hidup setiap hari menurut Firman Tuhan, kita akan mengalami produktifitas.

Tindakan adalah bahan yang hilang untuk mencapai hidup yang produktif. Latih kebiasaan untuk bertindak; Anda tidak perlu terburu- buru, tapi juga jangan buang- buang waktu Anda. Bertindaklah selagi instruksi itu masih jelas di ingatan Anda. Banyak yang ingin mengambil tindakan, tetapi menunggu terlalu lama sehingga keinginan untuk bertindak terbang seperti benih disapu angin. Ambil tindakan hari ini atas apapun yang telah Anda rencanakan. Ingat, iman adalah melakukan Firman Tuhan.
BERKUMPUL BERSAMA
Efesus 4: 13
“sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
Jika Anda tahu bagaimana cara mendengar suara Tuhan, Anda pasti bisa mendengar Ia memanggil seluruh tubuh Kristus hari ini. Ia memanggil untuk kesatuan. Ia memanggil kita untuk menanggalkan perbedaan- perbedaan kita dan untuk menyatukan diri kita dalam mempersiapkan kedatangan Yesus.
Pikiran yang menakutkan beberapa orang percaya. “Bagaimana mungkin saya dapat bersatu dengan seseorang yang berbeda denominasi?“ mereka berkata, „ Saya tidak akan menyerahkan doktrin- doktrin saya dan setuju dengan mereka hanya untuk bersatu!“
Apa yang tidak mereka sadari adalah: persatuan tidak berdasarkan atas doktrin- doktrin.

Menurut Efesus 4: 14, angin- angin pengajaran adalah permainan anak- anak. Angin pengajaran tidak menyatukan. Mereka memecahkan dan melemparkan orang ke berbagai penjuru. Firman Tuhan tidak berkata bahwa kita harus menyatukan doktrin kita, Ia berkata agar kita mencapai kesatuan iman.
Di masa lalu, kita telah gagal untuk mengerti hal ini dan mencoba untuk memaksakan kesatuan doktrin bagaimanapun juga.
“Jika kau tidak setuju denganku dalam perkara berbahasa lidah,“ kita berkata, atau tidak setuju dengan kedalaman yang pantas untuk kolam baptis, saya tidak mau menerima kau sebagai saudara di dalam Tuhan. Saya akan berhenti berhubungan denganmu.”
Tetapi itu bukan cara Tuhan melakukan segala sesuatu. Ia tidak memiliki daftar panjang dari doktrin- doktrin yang harus kita penuhi. Syarat-Nya sangatlah mudah. 1 Yohanes 3: 23 mengatakannya kepada kita: jika percaya di dalam nama Putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, dan mengasihi sesamanya.
Saat Anda dan saya datang ke sebuah tempat dimana kita bisa menjalankan syarat itu dan tidak memperdulikan sisanya, kita akan dapat melupakan perbedaan denominasi kita dan datang bersama di dalam kesatuan. Kita akan bertumbuh bersama dengan begitu kuat sehingga angin- angin pengajaran tidak akan dapat memisahkan kita.

Saat hal itu terjadi, setan akan menjadi panik, karena kesatuan iman dari umat Tuhan adalah hal yang dahsyat. Kekuatan yang tidak punya batas di muka bumi ini.
Saat ini di seluruh dunia, Roh Kudus sedang memanggil seluruh Gereja Tuhan untuk bersatu. Dengarkan Dia dan taati, dan Anda dapat menjadi bagian dari kegerakan rohani terbesar yang dunia pernah saksikan.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 27 Maret 2011

Koreksi & Pengakuan

KOREKSI
Kisah Para Rasul 23: 3- 4
“Membalas itu Paulus berkata kepadanya: "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku." Dan orang-orang yang hadir di situ berkata: "Engkau mengejek Imam Besar Allah?"

Setiap kali Anda memutuskan bahwa Anda akan mengoreksi diri Anda sendiri adalah saat dimana karakter Anda benar- benar asli, tetap terhubung seutuhnya secara permanen. Salah satu alasan utama mengapa orang kompromi adalah karena mereka tidak mengambil keputusan langsung untuk mengakui kesalahan mereka kepada diri mereka sendiri saat mereka kalah terhadap cobaan atau dosa. Coba pikirkan berapa banyaknya hal yang akan Anda tolak jika Anda tahu bahwa seseorang mengetahui apa yang Anda lakukan. Mungkin beberapa hal muncul di pikiran Anda. Mungkin sering kali kita berpikir bahwa kita dapat lolos dari segala hal yang kita lakukan di belakang pintu, tetapi sebenarnya, segala hal akan muncul ke permukaan.

Jika Anda membuat komitmen untuk berkata kepada diri Anda sendiri dan mengoreksinya segera, Anda tidak perlu khawatir saat Setan mencobai Anda. Setan tidak dapat menghancurkan seorang pengoreksi diri. Mengapa tidak memulai dari hari ini untuk berkata kepada diri Anda sendiri saat Anda sadar bahwa Anda sedang menuju ke arah yang salah atau bermain- main dengan pikiran yang salah? Buktikan bahwa karakter Anda asli dan ingatlah bahwa kemenangan menjadi nyata saat Anda memilih untuk menjadi pengoreksi diri.
PENGAKUAN

2 Samuel 12: 11- 13
“Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan. Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.”

Saat bangsa Israel tersiksa dengan masalah seperti serangan ke desa- desa, masalah perbatasan, dsb, dengan tetangga arab mereka, Daud juga tersiksa saat ia menyembunyikan dosanya. Tetapi saat Samuel menegur Daud, ia terang- terangan mengakui dosanya, dan hukumanya dihentikan. Saat Anda mengakui terang- terangan kesalahan Anda, apalagi yang bisa dikatakan tentang Anda? Tidak ada. Semua tuduhan dan hukuman harus berhenti saat Anda berkata, “ ya, saya salah. Itu adalah kesalahan saya.”

Banyak orang mencoba mentutup- tutupi kesalahan mereka agar orang lain tidak dapat mengetahuinya atau saat mereka tahu setidaknya mereka tidak dapat menemukan bagian yang salah. Tetapi bukanlah hal itu yang diinginkan integritas dari kita. Saat kita melakukan kesalahan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengakui kesalahan itu kepada diri kita sendiri dan kepada atasan kita. Selagi pengakuan tidak menghentikan konsekuensinya, setan mungkin dapat membisikan ketakutan ke dalam kehidupan kita. Tuhan berjanji bahwa integritas akan membimbing kita. Salah satu tanggung jawab kita adalah mengakui kesalahan kita, apapun yang harus kita bayar. Dalam perjalanan kita harga yang harus kita bayar mempunyai arti yang lebih besar daripada akibat menghancurkan dari menyimpan kesalahan kita dalam- dalam.

Banyak orang mencoba mentutup- tutupi kesalahan mereka agar orang lain tidak dapat mengetahuinya atau saat mereka tahu setidaknya mereka tidak dapat menemukan bagian yang salah.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 20 Maret 2011

MELEPASKAN KETENTRAMAN DAN KENYAMANAN

Mazmur 27: 10- 11
”Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.“
Saya pertama kali melihat istri saya saat ia berumur 19 tahun. Ia adalah anak seorang petani yang cantik, bersemangat, dan menarik, yang biasa bermain organ pada hari minggu. Saya mendapat kencan dengan Arvella DeHaan, dan dari situlah saya tahu dimana istri saya dahulu tinggal.
Ia tinggal di pertanian yang terpencil. Satu- satunya cara ke rumahnya adalah melewati sebuah jalan satu jalur, yang sempit, dan berdebu. Selama jalannya kering, tidak ada masalah, tetapi jika hujan, jalannya menjadi lumpur. Saat musim dingin jalan itu juga sering kali ditutupi lumpur. Tetapi saya tidak pernah membiarkan lumpur atau salju menghalangi saya mengantarkan pacar saya! Sering kali saya meninggalkan ketentraman dan kenyamanan dari mobil saya demi mengantar wanita impian saya.
Determinasi luar biasa seperti itu sudah menjadi kesaksian bagi hidup saya. Setiap saat saya ada hal yang menarik perhatian saya, dan mengisi saya dengan gairah, hal itu pasti hal yang susah untuk diraih. Atau setidaknya jalan yang menuju ke sana sangatlah sulit.
Mempunyai mimpi yang hampir tidak mungkin yang diberikan oleh Tuhan tidak permah membawa kita ke kenyamanan. Jadi jangan pernah berpikir bahwa menjadi seorang pemikir kemungkinan adalah hal yang mudah dan nyaman! Malah sebaliknya. Hal ini adalah panggilan salib Anda. Bersedia untuk menyangkal diri Anda, memikul salibnya, dan mengikuti Tuhan.
Saat Tuhan memberikan Anda sebuah proyek, yakinlah bahwa hal itu akan sulit, tetapi Tuhanlah yang akan memberikan kekuatan bagi kita.
Jika proyek Anda hampir tidak mungkin, kemungkinannya adalah proyek itu berasal dari Tuhan!

baca selengkapnya >>>

Minggu, 13 Maret 2011

KEPUTUSAN & IDENTITAS

KEPUTUSAN

“Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
Jika Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih takdir kita, lalu bagaimana orang lain, teman satu kantor, keluarga, tetangga, atau hanya teman biasa dapat menentukan apakah kita akan sukses atau tidak? Kebenarannya adalah, mereka tidak dapat. Hasil dari hidup kita bergantung sepenuhnya dari keputusan yang kita buat. Kita sebenarnya adalah tuan tanah dari bangunan yang menjadi tempat berlindung konsekuensi- konsekuensi yang akan kita terima. Oleh karena itu kita tidak dapat menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan kita saat ini. Sebagai tuan tanah yang rajin, kita harus sadar bahwa upah yang akan kita terima bergantung sepenuhnya kepada diri kita. Kita tidak perlu lagi berpikir apakah sebuah keputusan yang akan kita ambil itu benar atau salah, melainkan apa yang akan kita terima di masa depan jika kita mengambilnya. Kita dapat bertanya kepada diri kita sendiri, „ apakah efek jangka panjangnya jika saya mengambil keputusan ini?“ sekaranglah waktunya untuk belajar mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan jangka panjang, bukan hanya kenikmatan jangka pendek. Dengan kata lain, kita harus membayar harganya saat ini, untuk menikmati keuntungannya esok hari.
Di dalam bacaan di atas kita dapat melihat bahwa takdir kita dibentuk dari saat- saat dimana kita mengambil keputusan kita. Banyak yang pergi hari itu dari Yesus dan tidak pernah kembali lagi, sedangkan kedua belas dari mereka mengambil keputusan dengan sepenuh hati untuk tetap tinggal dan melayani Dia yang nantinya akan menyelamatkan mereka. Itu adalah sebuah momen pendek yang selamanya merubah hidup mereka. Seberapa seringkah kita di dalam hidup kita yang super sibuk mengalami momen- momen yang mengubah hidup kita.

IDENTITAS
Galatia 2: 20
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.“

Bau cat dinding yang masih segar, ruangan- ruangan kosong yang menunggu untuk didekor, tanaman di teras yang segar. Seindah apapun memori Anda di rumah yang lama, konsentrasi Anda sekarang sepenuhnya terarah di rumah Anda yang baru. Dengan cara yang sama, saat Kristus menjadi Tuhan atas hidup Saudara, Anda telah dilahirkan kembali menjadi sebuah ciptaan baru, Roh yang sekarang memberi hidup kepada diri Anda adalah Kristus sendiri.

Mengetahui bahwa diri Anda yang lama tidak lagi ada adalah sebuah kebenaran dasar yang tidak hanya memberi kita pengertian, tetapi juga keyakinan bahwa masa depan Anda akan lebih baik dari masa lalu Anda. Mengerti siapa Anda di dalam Krsitus adalah fondasi dari kehidupan kekristenan Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui secara lebih baik mana yang pikiran-Nya Tuhan dan mana yang bukan. Mengerti dan menerima identitas baru ini melindungi Anda dari masa lalu Anda yang dapat menghalangi pertumbuhan Anda. Identitas baru Anda adalah kunci utama Anda menuju sukses di masa depan Anda.

Orang- orang sering berkata kepada saya, “ Anda tahu, saya membaca Alkitab, saya berdoa, saya pergi ke gereja, dan bersaksi tentang Tuhan kepada orang- orang. Tetapi mengapa saat saya mengalami kesusahan dan tekanan- tekanan muncul, saya kembali kepada cara lama saya?”

Jawaban dari pertanyaan itu sangatlah sederhana. Anda belum menyadari karakter baru yang Tuhan Yesus telah siapkan untuk Anda dan apa yang telah Ia lakukan untuk Anda melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Jika Anda ingin berhasil mengatasi tekanan dari dunia ini dan merenovasi pikiran Anda menurut hidup Anda yang baru di dalam Kristus, Anda harus mengerti kebenaran ini – kemempuan untuk selalu hidup benar di hadapan Krsitus.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 06 Maret 2011

BELAJAR - KONSISTENSI

BELAJAR

Amsal 18: 15
“Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.“

Amsal 15: 2
“Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.“

Kita semua bisa bersyukur kepada Tuhan akan tempat yang kita tuju. Ia memberikan kita hikmat dan perintah dari firman-Nya. Situasi kita adalah refleksi dari seberapa baik kita menggunakan pengetahuan yang Tuhan berikan kepada kita. Jika kita ingin mencapai lebih lagi, kita harus belajar lebih lagi.

Tidak ada yang tidak bisa kita pelajari saat ini. Masalah yang kita hadapi adalah apakah kita mau mempelajarinya dan benar- benar melakukannya. Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menentukan apa yang benar- benar Anda butuhkan untuk menjadi lebih sukses dalam tugas Anda saat ini. Anda ingin untuk merubah informasi dasar menjadi kebijaksanaan dan pengertian dan menerapkannya dalam hidup Anda, jika sudah begitu, langit adalah batas Anda!

KONSISTENSI

2 Timotius 4: 7
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.“
Roti begitu mudah dikenali sampai bahkan Yesus menyebut diriNya, “ Roti Kehidupan”. Tetapi apakah Anda tahu bahwa salah satu roti tertua di dunia adalah “ Roti datar padang gurun“, yang disiapkan Musa dan keluarganya di padang gurun? Dibuat hanya dari 4 bahan dasar, roti ini dapat dibuat dengan cepat, sebelum keadaan yang buruk mungkin muncul.
Di dalam hidup kita ini penuh dengan para pemulai, tetapi berapa dari kita yang akhirnya tiba di garis finish? Setiap orang sudah mengatur rambutnya dengan rapi, menyeterika baju mereka sebelum start dimulai, tetapi bagaimana seseorang mengakhiri pertandinganlah yang penting. Kita dipangggil untuk mengakhiri pertandingan kita, bukan hanya menjaga iman kita. Ijazah tidak diserahkan di hari pendaftaran, mereka diserahkan di hari kelulusan.
Kita semua mengawali pertandingan iman ini dengan keinginan untuk mengakhirinya dengan baik, tetapi hanya sedikit yang akhirnya berjalan dengan piala di tangan. Rasul Paulus berhasil mencapai garis akhir dari pertandingan yang telah Tuhan tetapkan secara berkemenangan. Tidaklah penting bahwa ia memulainya terlambat; yang penting adalah bahwa ia berhasil mengakhirinya.
Kita harus berkomitmen bahwa kita akan mengakhiri pertandingan kita dengan menjadi lebih baik dan lebih kuat dari saat kita memulai. Walaupun kita akan menemui ujian dan halangan, kita dapat menggunakan mereka sebagai batu pijakan untuk menyelesaikan pertandingan kita. Di garis akhir, sang Raja sendiri yang akan menyerahkan Anda upah kehidupan Anda; dan Anda akan tahu bahwa segala jerih payah Anda selama ini tidaklah sia- sia. Biarlah kita semua tiba di garis finish dengan menjadi lebih kuat dari saat kita memulai.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 27 Februari 2011

MASA DEPAN

Filipi 3: 13- 14
”Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Tuhan telah memberikan kita masa depan yang baru dan bersedia menghadiahkannya kepada semua orang yang bersedia menerimanya. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Tuhan memiliki rencana yang indah menunggu Anda. Tetapi bagaimana caranya untuk mendapatkan masa depan itu? Salah satunya adalah dengan belajar dari kesalahan orang lain. Lihat orang- orang Israel. Mereka selalu terus- menerus melihat kepada masa lalu mereka daripada memandang masa depan mereka. Mereka tidak bersedia untuk berusaha mendapatkan kebebasan yang telah mereka doakan.
Masa depan dari Tuhan tidak akan datang hanya karena kita menginginkannya. Kita juga harus berusaha mendapatkannya. Akan dibutuhkan usaha yang keras, tetapi hasil yang akan kita dapatkan akanlah sepadan. Rasul Paulus mengatakannya seperti ini, “aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Hanya dengan berfokus kemana kita ingin pergi barulah kita akan lepas dari tempat dimana kita sekarang berada. Kita harus membuka Firman Tuhan dan mulai melihat masa depan yang Tuhan miliki untuk kita. Adalah masa depan yang indah cerah menunggu Anda.!

baca selengkapnya >>>

Minggu, 20 Februari 2011

KETEKUNAN & KESETIAAN

Ketekunan

Amsal 12: 24
”Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.”

Ketekunan dapat diartikan dengan pengejaran yang penuh determinasi ke tujuan yang bernilai. Ketekunan adalah kualitas yang memisahkan Anda dari yang lainnya. Kita tidak akan mendapatkan apapun di dalam hidup ini tanpa kerajinan. Kerajinan adalah bahan bakar yang meroketkan kita ke atas yang lainnya. Kerajinan menolak untuk menyerah atau putus asa. Kerajinan tetap aktiv sampai tujuan yang dikejar didapat atau diselesaikan.
Ketekunan berkata :

• Kita harus terus mengejar keinginan Tuhan dalam hidup kita.
• Kita tidak boleh puas hanya dengan menjadi kedua terbaik.
• Kita harus menolak godaan untuk menyerah atau tidak berani mencoba.

Apapun yang kita ingini, setan pasti akan berusaha untuk menggagalkan kita dalam mencapainya. Hanya mereka yang tetapi rajin dan tidak putus asa akan berkuasa pada akhirnya.
Yesus mati supaya kita dapat memiliki hidup yang berlimpah. Hidup seperti itu hanya akan didapat oleh mereka yang tidak menyerah di masa- masa sulit datang. Jika kita benar- benar ingin melebihi yang lainnya, kita harus menolak segala gerakan mundur dan terus maju di saat orang- orang lain berhenti.
Kesetiaan

1 Raja- Raja 8: 61
„dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."
Setelah selesai dari pelayanan mereka, Yesus dan murid- muridnya naik ke sebuah perahu untuk mendapatkan ketenangan dan istirahat yang cukup. Tetapi danau Galilea sangat sulit ditebak, dan karena ombak sedang tenang, Yesus tertidur. Tiba- tiba Ia dibangunkan oleh seseorang yang meminta tolong kepada-Nya untuk menyelamatkan mereka. Mencengangkan, Yesus tidak dapat mempercayai bagaimana mereka begitu cepat meninggalkan iman mereka. Dimana kepercayaan mereka? Menjadi contoh utama kita, Yesus setia dan percaya kepada Bapa-Nya sampai akhirnya Ia disalibkan.
Kesetiaan dapat dibuktikan di akhir hidup seseorang. Contohnya, seorang suami berkata, “ Saya setia kepada istri saya 6 hari dalam seminggu, saya hanya bersama wanita lain untuk satu malam.” Apakah ia setia? Tentu saja tidak! Begitu juga kita, kecuali kita tetap setia sampai hari terahir kita.
Saat kita sampai ke Surga, kita semua ingin mendengar, “ masuklah, hambaKu yang baik dan setia.” Bahkan Tuhan yang mengenal hati kita, tidak menghakimi apakah seseorang setia atau tidak sampai hari terakhir mereka. Mengapa? Sederhana; karena mereka yang berhenti untuk setia membuktikan bahwa mereka tidak pernah setia. Kita harus mengambil keputusan untuk menjalani hidup yang setia sampai akhir.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 06 Februari 2011

KETAATAN

Yesaya 1: 19
“Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.”
Ketaatan secara sederhana berarti melakukan apa yang Tuhan instruksikan kepada kita di dalam Firman-Nya. Berarti untuk menjalani pengetahuan yang kita terima. Tuhan berkata kepada Abram, “ Abram, Aku ingin supaya kau keluar dari situasimu yang nyaman dan pergi ke negara baru.” Abram mentaati Tuhan. Jika Tuhan berkata kepada kita tentang sesuatu, kita harus melakukannya. Bapa kita di Surga mengharapkan anak- anak-Nya untuk melayani Dia dengan penuh ketaatan. Jalan masuk ke dalam hidup bersama Kristus membutuhkan janji dengan penuh ketaatan. Sebagai orang kristen, kita harus menyerahkan diri kita sepenuhnya, seperti yang Yesus lakukan, untuk menjadi, berpikir, berkata, dan bertindak menurut keinginan Tuhan; tidaklah cukup jika Anda hanya setuju dengan Tuhan. Hanyalah dengan ketaatan barulah persetujuan kita terbukti, dan dengan melakukannya, kita memiliki akses kepada kemurahan dan berkat- berkat Tuhan. Saat Yesus melanjutkan khotbah-Nya, ia juga memberi perintah- perintah dengan jelas. Perintah- perintah seperti:
• Bersukacitalah saat Anda dianiaya.
• Anda adalah garam dunia, jangan sampai Anda kehilangan rasa anda.
• Anda adalah terang dunia, jangan menyembunyikan cahaya anda.
• Anda tahu tidaklah benar untuk membunuh, tetapi juga untuk marah tanpa sebab.
Yesus tahu bahwa Tuhan memerlukan ketaatan. Setiap tindakan ketaatan kita adalah bumbu tambahan kepada upah kita. Yesus mengatakan di Matius 7: 21 bahwa ketaatan adalah bagian penting dari keselamatan. Ketaatan membuka semua pintu yang Tuhan miliki untuk Anda – dan yang paling penting, hubungan intim dengan Tuhan.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 30 Januari 2011

BAHAGIA DALAM TUHAN

Baca: Lukas 6:20-26
Apa definisi bahagia menurut Anda? Bahagia biasanya identik dengan kaya, makmur, sukses, sehat, atau panjang umur. Lalu apa maksud Yesus bila Ia mengatakan bahwa yang miskin, yang lapar, yang menangis, yang dibenci, dan yang dikucilkan adalah orang yang berbahagia? Sementara yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, dan yang dipuji orang justru adalah orang yang celaka. Apakah itu berarti Yesus melarang orang hidup dalam kelimpahan dan menikmati kenyamanan merupakan dosa? Yesus bukan menolak kekayaan, tetapi menolak kebodohan yang sering kali dimiliki oleh orang-orang kaya karena kekayaannya. Orang kaya semacam ini merasa puas dengan kekayaannya dan menjadikan kekayaan itu sebagai andalan dalam hidupnya. Akibatnya, kekayaan bisa membuat seseorang menjadi lupa diri, menganggap diri sanggup melakukan segala sesuatu karena kekayaannya. Atau menganggap orang lain bisa tunduk pada dia karena kekayaannya. Manusia sering lupa bahwa kebahagiaan yang ditimbulkan oleh kekayaan sebenarnya hanya bersifat sementara. Mereka mengejarnya tanpa henti dan melupakan Tuhan sebagai sumber dari segala kekayaan yang dia miliki. Itu sebabnya di ayat 20-22 Yesus menyatakan bahwa orang yang miskin, lapar, dan dibenci orang adalah orang yang berbahagia. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti itulah yang mampu hidup dalam kerendahan hati dan kesadaran diri di hadapan Allah. Mereka yang miskin dan menderitalah yang cenderung mengandalkan penghiburan, pembelaan, kekuatan dan kecukupan yang dari Tuhan.
Bagian firman Tuhan ini bukan menuntut kita untuk hidup menderita dan menghindari kekayaan atau kebahagiaan. Kita justru sedang diarahkan untuk sampai pada pemahaman tentang kebahagiaan yang sejati dan dituntun untuk mampu menikmati kebahagiaan itu. Itulah kebahagiaan yang timbul karena adanya kesadaran bahwa Tuhan adalah Sumber kehidupan. Marilah kita menjadikan kekayaan sebagai alat untuk melayani orang lain dan melaluinya Allah dipermuliakan juga.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 09 Januari 2011

SAAT UNTUK BERSUKACITA

Bacaan Alkitab : Matius 2:1-12
Pencarian Orang-orang Majus akan Raja yang baru dilahirkan tidak sia-sia. Ketika mereka bertemu dengan Yesus kecil, mereka sangat bersukacita, lalu mereka sujud menyembahnya dan memberikan persembahan.
Perjalanan Orang-orang Majus yang panjang dan lama ber¬buahkan hasil yang manis. Para ahli perbintangan yang pan¬dai ini bukan hanya ingin tahu apa arti Bintang Timur yang sinarnya begitu indah, tetapi yang terutama adalah mereka ingin menyembah Sang Raja yang kelahirannya ditandai oleh bintang tersebut. Akhirnya, Bintang Timur itu memandu me¬reka sampai mereka bertemu dengan Yesus Kecil, Sang Raja di atas segala raja dan mereka sangat bersukacita. Luapan sukacita itu dinyatakan dengan penyembahan mereka kepada Tuhan Yesus serta pemberian persembahan berupa mas, kemenyan dan mur.
Sukacita seharusnya kita rasakan ketika kita menyambut Natal—hari ke-lahiran Yesus Kristus, Tuhan, Juruselamat dan Raja kita. Luapan sukacita kita pun seharusnya dinyatakan melalui persembahan diri kita kepada Tuhan de¬ngan menyembah Dia serta mempersembahkan persembahan yang terbaik bagi-Nya. Marilah kita bersukacita saat merayakan Natal. Jangan sampai sukacita kita dicuri oleh kesibukan-kesibukan mempersiapkan acara Natal atau dicuri oleh kelelahan kita, sehingga saat istimewa ini terlewati begitu saja tanpa makna mendalam. Tahun ini, ketika kita masih diberi kesempatan merayakan Natal, marilah kita merayakannya dengan sukacita. Marilah kita merayakan Natal bukan dengan pesta pora, tetapi dengan sukacita yang melimpah dari dalam hati kita, karena kita tahu bahwa di hari Natal inilah Juruselamat kita telah lahir. Selamat bersukacita, karena Natal adalah saat yang tepat untuk bersukacita!
Mazmur 9:2-3
“Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi.”
Senyum Surgawi : PEMAKSAAN
Amin masuk ke sebuah restoran bersama anjing kecilnya. Pegawai restoran berkata, "Maaf Pak, tidak boleh membawa binatang ke sini." Amin menolak dan berkata, "Ini anjing bukan sembarang anjing lho ... dia ini istimewa .... Dia bisa bermain piano!" "Oke! Kalau Anda bisa membuktikan kehebatannya, anjing Anda boleh tetap berada di dalam restoran ini dan dapat minum gratis!"
Amin membawa anjingnya duduk di kursi piano. Anjing kecil itu langsung beraksi memainkan lagu-lagu Mozart, Ragtime, dan lain-lain. Pegawai restoran dan pengunjung sangat menikmati permainannya.
Tiba-tiba seekor anjing besar masuk ke restoran itu dan menggigit leher anjing kecil itu sambil diseret ke luar dari restoran. Pegawai restoran yang bingung bertanya kepada Amin, "Apa yang terjadi?"
Dengan tenang Amin menjawab, "Ohhh, itu Ibunya. Dia ingin anaknya itu menjadi dokter gigi!"
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
( 1 Petrus 5:2)

baca selengkapnya >>>

Minggu, 12 Desember 2010

TIDAK MENJADI TAWAR HATI KARENA PENDERITAAN

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”
Amsal 24:10
Ketika kita sudah percaya kepada Yesus dan mengakuiNya sebagai Tuhan dan juruselamat hidupnya, ini bukan berarti bahwa kita tidak akan menghadapi masalah. Bukan berarti juga bahwa kita bebas dari masalah dan kita akan langsung diberkati secara berkelimpahan baik dalam keluarga, pekerjaan, bisnis, usaha, pendidikan, di lingkungan dan lainnya.
Justru pada saat kita memutuskan mengikut Yesus, iblis akan berusaha untuk menarik kita kembali agar jatuh ke dalam dosa, karena dia tidak suka dengan keputusan yang kita ambil. Berbagai masalah juga tetap akan datang menerpa kehidupan kita tanpa habis-habisnya selama kita masih bernafas.
Seringkali juga kita menyerah atas persoalan yang sedang menimpa kita. Kita berharap bahwa Tuhan segera menolong dan memberi jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Pada kenyataannya jawaban Tuhan tidak datang juga, sehingga kita menjadi tawar hati. Kita tidak tahu bahwa Tuhan sedang menguji dan memproses hidup kita agar kita dapat benar-benar percaya dan berserah kepada Tuhan dengan segenap hati kita.
Rasa tawar hati sering diikuti dengan perasaan kecewa dengan kondisi hidup kita dan bahkan ada juga yang kecewa kepada Tuhan, hingga tidak pergi lagi ke gereja.
Kondisi ini akan membuat kita semakin lemah dan tidak mempunyai kekuatan untuk dapat melangkah maju menghadapi masalah yang ada.
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17

Rasul Paulus dalam penderitaannya yang begitu banyak dia alami, juga tetap menjaga hatinya agar tidak tawar hati. Walaupun secara lahiriah dia semakin lemah, tetapi manusia rohaninya semakin kuat di dalam Tuhan. Dia tahu bahwa apa yang telah Tuhan sediakan bagi dia jauh lebih besar dari apa yang dia alami. Inilah kekuatan yang memampukan Rasul Paulus untuk tetap setia mengiring Tuhan sampai akhir hidupnya.
Tawar hati justru akan membuat kita semakin lemah dan membuat hidup kita tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menjalani masalah yang ada. Kita membutuhkan pengharapan kepada Yesus untuk tetap dapat kuat menghadapi masalah yang ada.Jangan biarkan rasa tawar hati itu datang atau bahkan berlarut-larut melingkupi hidup kita. Cari wajah Yesus, maka Dia akan memberikan pengharapan dan kekuatan baru bagi kita untuk menjalani langkah hidup kita.
Doa:
Tuhan, berikanlah kami kekuatan agar sanggup menjalani hari-hari kami yang penuh dengan berbagai masalah. Biarlah terang FirmanMu yang menuntun jalan kami agar kami dapat tetap bersemangat di dalam kasih Tuhan, sehingga kami dapat menjadi pemenang dalam masalah yang kami hadapi.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 05 Desember 2010

TERLEPAS DARI BEBAN BERAT

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).

Pada jaman sekarang kesibukan manusia semakin meningkat. Waktu terus berputar tanpa disadari. Hari berlalu semakin cepat, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun. Beban yang dipikul dari setiap permasalahan membuat otak terus bekerja tiada henti. Tekanan demi tekanan datang pada setiap manusia. Tidak ada seorangpun yang tidak menghadapi masalah. Beban pikiran yang sangat berat membuat manusia mencari jalan keluar untuk meringankan beban mereka. Hiburanpun dicari mulai dari hiburan untuk keluarga, jalan-jalan ke mall hingga mencari hiburan di malam hari. Tidak sedikit yang masuk ke dalam kehidupan malam dan pergaulan seks bebas yang tentunya bertentangan dengan firman Tuhan. Apa yang mereka dapatkan hanyalah kenikmatan sesaat yang hilang ketika mereka kembali kepada realita kehidupan. Kesenangan yang didapatkan tidak bisa melepaskan mereka dari tekanan yang dihadapi. Bahkan masalah menjadi lebih berat ketika mereka jatuh ke dalam dosa dengan terlibat pada obat-obatan terlarang, kecanduan minuman keras, dosa perzinahan dan masih banyak lagi. Dalam kitab Matius 11 Tuhan memberikan jalan keluar bagi setiap orang yang mempunyai beban kehidupan yang sangat berat. Apakah yang harus dilakukan agar kita dapat mendapat kelepasan?
1. Datang kepada Tuhan
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Matius 11:28
Ketika kita ingin mendapat kelepasan dengan mencari kesenangan atau hiburan dari dunia, kita hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat saja. Setelah itu beban berat akan datang kembali. Beban yang ada hanya akan hilang pada waktu kita mencari kesenangan dunia. Tidak ada yang dapat memberi kelepasan yang kekal selain Tuhan Yesus. Pada saat kita datang kepada Tuhan, Dia akan mencurahkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Damai yang Tuhan berikan tidak dapat diberikan oleh dunia ini.

"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Filipi 4:7

Damai dari Tuhan menjaga hati dan pikiran kita dari tekanan yang ada. Kita akan merasakan kelepasan luar biasa ketika kita datang padaNya.

2. Minta kekuatan dari Tuhan

"Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu," (Mazmur 86:16a).

Mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menjalani hari-hari kehidupan kita. Berserulah kepadaNya. "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau." (Yeremia 33:3a)

Kekuatan baru Tuhan berikan bagi kita jika kita berdoa dan berseru kepadaNya. Kita memerlukan kekuatan yang baru untuk menghadapi setiap masalah kita. Janganlah mengandalkan kekuatan kita sendiri (Yeremia 17: 5-6), karena kita bukanlah manusia super. Pererat hubungan kita dengan Tuhan, karena di dalam Dia ada kekuatan baru.

"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:29-31).

Ketika anda menghadapi beban dan tekanan yang berat, mari datang dan cari wajahNya. Jangan cari kelepasan dari dunia ini, karena dunia ini hanya dapat memberikan kesenangan sesaat saja. Tuhanlah yang empunya damai sejahtera, datang dan berserulah kepadaNya.

"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."" (Matius 11:29-30).

baca selengkapnya >>>

Minggu, 28 November 2010

BERJALAN DALAM KEBENARAN

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” Mazmur 119:9
Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi pada saat ini mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap pertumbuhan anak muda. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak muda senantiasa mengikuti perkembangan mode dan tren terbaru, dan berusaha untuk bisa menjadi pusat perhatian dari lingkungannya. Anak-anak muda akan berusaha agar dapat diterima oleh lingkungan pergaulannya, sehingga apapun yang teman-temannya sedang lakukan akan mereka ikuti.
*courtesy of PelitaHidup.com
Pengaruh dari pergaulan sangat kuat sekali kepada anak muda. Kecenderungan emosi yang masih labil dan masih dalam kondisi untuk mencari jati diri akan membuat mereka mencoba-coba apa yang mereka lihat dan rasakan. Oleh karena itu anak muda perlu ekstra hati-hati dalam pergaulannya, karena masa depan mereka akan dipengaruhi dari apa yang dilakukan pada masa muda.
Tuhan ingin agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang tetap dibutuhkan, tetapi anak muda harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif.Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran?
1. “Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu” Mazmur 119:9b
Firman Tuhan adalah perisai dan filter yang paling ampuh bagi anak muda untuk dapat tetap berada dalam pergaulan yang positif. Ketika anak muda tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka iblis akan berusaha mempengaruhi kehidupan anak muda. Segala cara akan dilakukan oleh si jahat agar anak muda dapat terjerumus ke dalam dosa. Pada awalnya si iblis akan menawarkan kenikmatan, tetapi pada akhirnya hidup anak muda akan dihancurkan sehingga masa depan mereka menjadi berantakan.
“Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! –Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.” Maz 115:11.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dengan hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka Tuhan akan menjadi perisai bagi anak muda. Dia akan memberi perlindungan terhadap segala tipu muslihat si iblis. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk dapat menghindari akal bulus si iblis. Hanya dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan, maka anak-anak muda dapat tetap aman dalam pergaulan.
2. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Kor 15:33
*courtesy of PelitaHidup.com
Dengan siapa anak muda bergaul, seperti itulah anak muda akan terbentuk. Jika bergaul dengan teman-teman yang pintar, aktif dalam kegiatan positif, takut akan Tuhan dan rajin beribadah, maka anak muda akan ikut menjadi seperti teman-temannya itu.
Tetapi jika anak muda bergaul dengan teman-teman yang mempunyai kebiasaan buruk seperti merokok, bolos, pergaulan bebas, kehidupan malam, perkelahian, pemberontakan terhadap orang tua, pencurian, narkotika dan obatan-obatan; maka tinggal menunggu waktu sampai kebiasaan mereka akan menjadi sama dengan teman-temannya itu.
Memilih teman merupakan hal yang sangat penting bagi anak muda. Bukan berarti anak muda harus sombong dan tidak perlu mengenal orang lain, anak muda tetap perlu bergaul secara luas. Maksud dari teman disini adalah orang lain yang dapat dijadikan sebagai orang yang ditemui hampir setiap hari, orang yang menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati, orang yang dapat mengerti kesukaan, orang yang dapat “nyambung” dalam pembicaraan, orang yang dapat diajak jalan-jalan ke tempat yang disukai dan lainnya. Oleh karena orang itu juga yang akan mempengaruhi kehidupan anak muda, maka penting sekali bagi anak muda untuk “memilih ” dengan siapa ia dapat bergaul.

baca selengkapnya >>>

Minggu, 14 November 2010

PENYERAH DIRI SEUTUHNYA

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,” Filipi 2:8-9
Bapa di sorga telah mengaruniakan anakNya yang tunggal untuk dapat menebus dosa setiap manusia. Hanya oleh karya penebusanNya di kayu saliblah manusia dapat diselamatkan. Sebagai seorang Raja di atas segala raja, Yesus mempunyai hak atas segala yang ada. Bahkan dari setiap cobaan, ejekan, aniaya, fitnah dan tuduhan yang dilontarkan kepadaNya, Dia bisa saja menggunakan hakNya untuk melawan semuanya itu. Dia berhak atas peninggian diriNya di atas bumi ini, walaupun Dia mengambil rupa sebagai manusia. Tetapi Dia tidak menggunakan semua hak-hakNya itu. Bahkan dia merelakan apa yang seharusnya Dia dapatkan/miliki. Dia menanggalkan segala kehormatan dan kekuasaanNya. Dia mau menjadi manusia yang hina dan menanggung segala dosa manusia. Dia bahkan rela disiksa sampai mati di atas kayu salib.Yesus tahu benar bahwa tugasnya adalah menebus dosa setiap manusia melalui kayu salib. Dia harus melakukan kehendak Bapa, yaitu agar setiap umat manusia dapat diselamatkan dan masuk ke dalam anugerahNya yang besar.
Ada saat dimana Yesus berkata, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. “ (Luk 22:42). Yesus tahu bahwa bisa saja Dia tidak menjalani penyaliban itu, tetapi Dia tidak ingin itu terjadi jika bukan kehendak Bapa. Dia menyerahkan dirinya seutuhnya di bawah kehendak Bapa. Dia takluk kepada kehendak Bapa.
Daud juga adalah salah satu karakter yang memiliki penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul di dalam gua, dia tidak mempergunakan kesempatan itu. Padahal kalaupun dia membunuh Saul, Daud bisa meraih tahta kerajaan lebih cepat. Ketika tahtanya Daud direbut oleh Absalom, anaknya, Daudpun mengalah. Dan kita melihat bahwa Tuhan mengembalikan tahta kerajaan Israel kepada Daud. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang membuktikan penyerahan diri Daud kepada Tuhan. Oleh karena itu, dialah satu-satunya orang yang disebut orang yang berkenan kepadaNya (man after His own heart).
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita banyak diperhadapkan kepada pilihan untuk melakukan kehendak Bapa atau memilih untuk mementingkan diri sendiri. Kita cenderung untuk meraih/mendapatkan segala sesuatu demi keinginan kita sendiri. Pilihan tetap jatuh di tangan kita. Tetapi ketika kita memilih untuk menyerahkan diri kita seutuhnya di bawah kehendak Bapa, kita akan melihat kemenangan dan pembelaan yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita, sebagaimana teladan yang telah diberikan oleh Yesus. “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,“ (Fil 2:9)

baca selengkapnya >>>

Minggu, 07 November 2010

Bertahanlah dan tetaplah setia

Pengkotbah 7:10 Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.
Tanpa disadari mungkin kita pernah mengucapkan apa yang tertulis pada ayat diatas, mungkin kita pernah berkata “kehidupan dulu lebih baik dan lebih enak dari saat ini”.
Ketika berkomitmen untuk ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh maka cara hidup kita tidak sama lagi dengan kehidupan sebelumnya. Kehidupan pasti semakin sulit karena tidak boleh lagi melakukan cara-cara yang Tuhan tidak inginkan.Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari orang dunia saja berkata “mencari uang haram saja sulit, apalagi mencari yang halal”, lalu bagaimana dengan kita? Bukankah kita akan akan melakukannya dengan lebih sulit lagi? Ya, kita pasti akan memenuhi kehidupan kita jauh lebih sulit karena cara-cara yang halal menurut dunia saja belum tentu sesuai dengan firman Tuhan. Contohnya begini, menurut dunia berusaha memperoleh rezeki nomplok dengan membeli kupon-kupon undian bukanlah sesuatu yang haram karena tidak merugikan dan menyakiti orang lain, tetapi menurut iman percaya Kristen hal itu tidak seturut dengan firman Tuhan karena orang yang demikian adalah pemalas. Dan firman Tuhan katakan orang yang malas janganlah makan.

II Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
Itulah sebabnya jangan heran jika ada orang Kristen berkata “dulu lebih enak dan lebih baik dari sekarang” karena dulu mereka tidak dihalang-halangi mencari kebutuhan hidup dengan cara apapun. “Tipu-tipu sedikit tidak apalah..., namanya juga bisnis,..mana ada bisnis yang jujur?” Pebisnis dunia yang paling jujur akan berkat demikian, namun bagi anak Tuhan tipu kecil dan tipu besar adalah sama-sama dosa dan hal itu tidak boleh dilakukan. Kehidupan yang amat sulit bukan? Itulah sebabnya ada anak Tuhan yang kembali ke kehidupan dunia. Menghadapi situasi yang sulit membuat banyak anak Tuhan kembali ke Mesir (dunia) dan hidup dalam cara-cara Mesir (dunia).
Keluaran 16:3 dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."

Saudaraku, satu hal jangan kita lupa bahwa bagi Tuhan tidak ada Kristen yang abu-abu. Tuhan hanya menginginkan setiap umatnya menjadi umat yang sungguh-sungguh. Benar bahwa ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita menerima keselamatan, namun jangan lupa bahwa dalam mengikut Tuhan menerima keselamatan saja tidak cukup. Kita harus mengerjakan keselamatan itu agar nam akita tidak dihapus dari kitab kehidupan.
Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Oleh sebab itu, bagi saudara yang sudah sungguh-sungguh dalam Tuhan, jangan pernah menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Jangan pernah berkata “dahulu lebih baik dari saat ini” karena jika kita mundur maka Tuhan tidak lagi berkenan. Itu tertera pada ayat dibawah ini.
Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
Mari berdiri teguh di dalam Tuhan, apapun kesulitan yang sedang kita hadapi mari tetap setia kepada Tuhan karena besar upah yang menanti.
Ibrani 10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Tuhan Yesus memberkati. Amin

baca selengkapnya >>>

Minggu, 31 Oktober 2010

PASTI BISA

Seorang pemain gelandang University of Louisiville bermimpi ingin menjadi pemain football yang profesional. tetapi sayang waktu sesudah wisuda ternyata tidak ada satupun klub yang berniat menawarinya masuk dalam tim mereka. Anak muda ini tidak menyerah begitu saja, dia lalu mencoba mengirim lamaran ke beberapa tim dan akhirnya dapat juga kesempatan dicoba di Pittsburgh Steelers. Tapi sekalipun dia sudah coba sekeras mungkin, dia akhirnya tetap ditolak juga. Banyak dari teman-temannya bilang, "Kamu tuh sial banget yach! Tempat kamu bukan di sini kali! Udah gantung sepatu aja!"Tetapi dia tetap nekat masuk ke klub lain, kirim lamaran, tapi lagi-lagi dia tetap tidak berhasil.

Kebanyakan orang ketika mengalami gagal berkali-kali terus menyerah, namun anak muda ini tetap tidak menyerah. Dia tahu betul bagaimana kemampuannya dan meyakini bahwa suatu saat pasti impiannya menjadi kenyataan. Dia tetap sabar, tekun, terus latihan dan berusaha meraih kesempatan.

Pada suatu saat, dia mendapat undangan untuk dicoba di Tim Baltimore dan.... dia berhasil mencetak tiga gol berturut-turut. Sejak saat itu, kariernya melesat dan dia tercatat menjadi pemain gelandang terbaik yang pernah main di NFL, dialah Johnny Unitas.

Karena kegigihan, kesabaran, ketekunan, kemauan untuk terus berlatih, dan sikap optimis, sang pemuda yang berulang kali ditolak, malah menjadi pemain terbaik di NFL.
Di dalam Tuhan, sebenarnya kita bisa meraih semua mimpi-mimpi kita. Terkadang yang membuat kita gagal itu sebenarnya adalah diri kita sendiri, bukan kegagalannya. Kalau kita fokus pada sasaran mimpi kita dan punya keyakinan kalo kita bisa, pasti suatu saat mimpi kita akan menjadi kenyataan. Tidak semua kesuksesan itu diraih dengan cara mudah dan instan.

Jatuh bangun sewaktu membangun mimpi adalah hal biasa. Hanya orang yang tidak berhenti untuk mencoba yang suatu saat bakal meraih impiannya.

Andalkan Tuhan, bulatkan tekad, dan jangan berhenti untuk terus mencoba, maka suatu saat pasti kesempatan emas terbuka untuk meraih impian.

" Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu,
menyertai engkau kemanapun engkau pergi."
( Yosua 1 : 9 )

baca selengkapnya >>>

Minggu, 17 Oktober 2010

BERDAMAI DENGAN TUHAN

Mungkin pada waktu Saudara membaca situs ini Saudara menyadari bahwa Saudara belum pernah membuat komitmen kristiani. Jaangan tunda keputusan Saudara! Kami mendorong Saudara untuk menerima kasih Tuhan hari ini serta menerima keselamatan yang hanya datang melalui Yesus Kristus. Berikut ini ada lima langkah sederhana agar Saudara mendapat jaminan keselamatan Saudara :
1. Sadari Kebutuhan Saudara. Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Kita semua adalah orang berdosa, itu sebabnya kita harus menyadari bahwa kita butuh Juruselamat.
2. Bertobat dari dosa-dosa Saudara. Dosa-dosa kita membuat ada tembok yang memisahkan kita dengan Tuhan. Dengan mengakui dosa-dosa kita dan berbalik dari dosa-dosa tsb maka Saudara akan diampuni. Alkitab mengatakan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).3. Percaya kepada Yesus. Tuhan mengerjakan suatu mujizat pada waktu Dia mengirimkan Putra Tunggal-Nya untuk mati demi dosa-dosa kita. Berimanlah pada Yesus Kristus dan percayalah akan kuasa-Nya untuk menyelamatkan Saudara. Alkitab berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
4. Terima keselamatan-Nya. Tuhan telah memberikan karunia yang begitu besar lewat Yesus Kristus, tetapi kita harus menerima pemberian Tuhan tsb. Ucapkan syukur kepada-Nya karena Dia telah mengasihi serta mengampuni Saudara, minta Dia untuk tinggal di dalam hati Saudara. Janji-Nya bagi kita sangat jelas sekali: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).
5. Akui iman Saudara. Alkitab menjamin, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9). Dengan melakukan ini maka Saudara sekarang telah lahir baru dan menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Ceritakan pada orang lain apa yang telah Yesus kerjakan dalam kehidupan Saudara!

baca selengkapnya >>>

MITRA YANG SEIMBANG

Bacaan hari ini: 2 Korintus 6 Kita perlu berteman dengan semua orang, tetapi kita harus memilih partner (mitra atau pasangan) yang seimbang. Artinya, kita perlu menjalin kebersamaan yang lebih intensif dengan orang-orang yang bisa memberi pengaruh positif terhadap pola pikir dan pola hidup kita. Mitra yang paling berpengaruh terhadap hidup kita adalah suami/istri. Bila kita salah memilih suami/istri, akibatnya akan fatal. Salomo, raja Israel yang paling bijaksana, akhirnya goyah imannya karena dia menikahi banyak perempuan asing (1 Raja-raja 11:1-8).Di samping suami/istri, mitra yang bisa berpengaruh besar mencakup mitra kerja/usaha, orang-orang yang serumah dengan kita, serta teman dekat. Semakin dekat suatu hubungan, semakin besar pengaruh mitra kita terhadap diri kita. Pengaruh yang bisa kita alami bukan hanya menyangkut “isi” iman, tetapi juga menyangkut penerapan iman dalam berpikir dan bertindak.Di satu sisi, pentingnya mitra yang seimbang itu bukan hanya mengharuskan kita mencari mitra yang seiman, tetapi juga mitra yang dapat bersama-sama berjuang untuk melakukan kehendak Allah. Perlu diperhatikan bahwa mitra yang seiman tetapi biasa bermain kotor dalam bisnis bukanlah mitra yang seimbang. Di sisi lain, kita tetap harus menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang tidak seiman, tetapi kita harus membatasi diri agar pola pikir dan pola hidup kita tidak terpengaruh oleh kekafiran. Sejauh tidak mempengaruhi iman dan penerapan iman, kita boleh dan perlu bekerja sama secara terbatas (dalam hal waktu maupun dalam hal keterlibatan) dengan orang-orang yang tidak seiman agar kita bisa menjadi garam dan terang bagi dunia ini dan agar kesempatan memberitakan Injil tetap terbuka. 2 Kor 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

baca selengkapnya >>>

Minggu, 10 Oktober 2010

POLA PIKIR YANG MENGHASILKAN MUKJIZAT

pertama untuk memiliki iman kepada Tuhan adalah mengerti bahwa di dalam Tuhan segala sesuatu mungkin. Di dalam Tuhan, tidak ada penderitaan, tidak ada kesedihan, kekalahan, dan tidak diinginkan.
Rahasia kedua adalah mengakui bahwa Tuhan memiliki otoritas total atas segala sesuatu di dunia ini, di atas setan, malaikat, keadaan, dan semua dunia fisik (lihat Yohanes 14:12). Ketika Anda berdiri di hadapan-Nya, Anda sedang berdiri di hadapan Dia yang dapat memperbaiki apa pun. Yang perlu Dia lakukan hanyalah berfirman.
Rahasia ketiga adalah belajar apa yang menjadi kehendak Tuhan disetiap waktu (lihat Roma 12:1-2, I Yohanes 5:14-15). "Tuhan, apa yang akan Engkau lakukan dalam situasi ini? Apa yang Anda ingin lakukan?" Ketika Anda berkomunikasi denganNya dan menghabiskan waktu bersamaNya, Anda akan menemukan apa yang menjadi kehendakNya (lihat Mazmur 85:8, Ibrani 12:25). Lalu amin-kan apa yang Tuhan janjikan dalam hidup Anda. Alkitab mengatakan Abraham percaya kepada Allah, " maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (Yakobus 2:23). Dia setuju dengan yang diucapkan oleh Allah. Itulah yang harus kita lakukan: Amin Tuhan dan setuju dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dalam hidup Anda. Abraham setuju dengan Tuhan ketika Tuhan mengatakan bahwa dia akan punya anak, meskipun ia dan istrinya sudah lewat usia subur. Daripada meragukan atau melemahkan iman, Alkitab mengatakan dia "diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah" (Roma 4:20).
Rahasia keempat adalah tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Jangan menganggap bahwa seluruh dunia melawan Anda. Jangan menganggap bahwa tugas yang diberikan kepada Anda tampaknya mustahil. Jangan hanya memikirkan ketidakmampuan Anda sendiri, atau kegagalan Anda sebelumnya, melainkan bertumbuhlah dalam iman, dan berikan kemuliaan kepada Allah. (Lihat Mazmur 84:11, Yesaya 65:24, Yeremia 32:27, Matius 19:26).
Rahasia kelima adalah sepenuhnya yakin. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Abraham “penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." (Roma 4:21). Abraham dengan penuh keyakinan. Dalam semangat, ia tidak hanya setuju dengan Tuhan namun juga menjadi sepenuhnya yakin bahwa apa yang Tuhan telah katakan akan terjadi. Sepenuhnya “yakin” adalah apa yang Yesus ajarkan tentang iman yang memindahkan gunung, “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (lihat Markus 11:24). Ada sesuatu di dalam diri Anda yang mengatakan, “Ini milikku.. Ini adalah milikku. Sekarang aku memilikinya. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu. Allah telah mengatakan itu, dan saya percaya itu. Saya sepenuhnya yakin. Saya bukan sedang mempertimbangkan. Saya menerimanya sekarang!”
Abraham mulai hidup seakan-akan punya anak. Hingga waktunya tiba, Ishak "anak yang dijanjikan," dilahirkan. Keyakinan semacam itu tidak dapat datang dari usaha manusia belaka. Itu hanya muncul dari tergantung pada Allah, karena "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Ini harus datang dari Tuhan. Upaya memaksa diri untuk percaya tidak akan menghasilkan apapun.
Anda harus menggunakan iman yang Tuhan telah berikan kepada Anda. Pertolongan Allah datang kepada Anda ketika Anda menghargai keberadaan-Nya, ketika Anda menyadari kuasa-Nya, ketika Anda memuji Dia, saat Anda membaca FirmanNya, ketika Firman ini meresap dalam hati Anda, dan ketika Anda telah mendengar firman yang diucapkan-Nya dalam hati Anda, “Ini adalah apa yang akan Aku lakukan. Percayalah!

baca selengkapnya >>>